Senin, 25-06-2018 03:01 PM

“NETRAL” BAGI PRAJURIT POMAD ADALAH HARGA MATI

Pen Puspomad

 


Komandan Puspomad Mayjen TNI Rudi Yulianto bertindak sebagai Pembina Apel dalam kegiatan Apel Corps peringatan HUT ke-72 Polisi Militer Angkatan Darat di lapangan selatan Silang Monas Jakarta Pusat (25/06).


Apel Corps yang merupakan puncak kegiatan peringatan HUT tersebut dihadiri oleh para Perwira Tinggi Pomad yaitu Irjen TNI Dodik Wijanarko (Pati Mabes TNI), Mayjen TNI Dedy Iswanto (Danpom TNI), Mayjen TNI Eddy Kristanto (Sahli Bid. Sosbud BIN), Mayjen TNI Dessano Indera Sakti, (Staf Hali Menhan Bid. Ekonomi), Brigjen TNI Joseph Puguh ( Asdep Koord Hukum Internasional Kemenkopolhukam), Brigjen TNI Sulendra (Dirkum Bakamla) , Brigjen TNI Djuhendi (Kapusmasmil Babinkum TNI) serta diikuti oleh 950 orang Prajurit dan PNS Pomad se-Jabodetabek diantaranya Pom TNI, Kemhan, Polhukam, Mabesad, Pom Kostrad dan Yonwalprotneg Paspampres. Pada kesempatan ini, sebagai Pemimpin Apel Corps adalah Kolonel Cpm Rahmat Sapari yang keseharian menjabat sebagai Dirbinlidpamfik Puspomad.


Dalam sambutannya, Danpuspomad mengingatkan bahwa tahun ini sudah memasuki tahun politik, betapa meningkatnya suhu politik yang mendorong terjadinya perang informasi di media terutama media sosial. Ujaran kebencian serta hoax terus mengisi ruang-ruang publik dan semakin menimbulkan ketidaknyamanan bahkan dapat merusak persatuan dan kesatuan bangsa. selain itu, terdapat tantangan nyata dan bernilai strategis yang tidak bisa di abaikan, yaitu Pilkada Serentak 2018 serta tahapan Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden/Wapres 2019. 


Lebih lanjut Mayjen Rudi menegaskan bahwa Prajurit Pomad senantiasa menjaga komitmen Netralitas TNI dengan tidak mempengaruhi siapapun termasuk pilihan politik keluarga kita sekalipun. Sebagaimana pesan Panglima Besar Jenderal Sudirman bahwa TNI jangan sampai dikuasai partai politik manapun, jaga setiap ucap, sikap dan perilaku, selalu mengutamakan kepentingan persatuan dan kesatuan bangsa daripada kepentingan pribadi, kelompok maupun golongan tertentu. Jangan terjebak dalam polemik politik praktis yang bisa merusak integritas, netralitas serta kepercayaan rakyat serta keutuhan NKRI. “Saya tidak akan segan dan ragu untuk memberikan sanksi tindakan dan hukuman apabila ada anggota Pomad yang menciderai amanat Jenderal Sudirman dan reformasi tersebut.” Kata Mayjen Rudi.


Dengan mengambil tema peringatan Hari Ulang Tahun ke-72 Pomad tahun 2018 yaitu: "Dilandasi Panca Dharma Korps, Pomad bertekad menegakkan hukum, disiplin dan tata tertib serta menjaga netralitas TNI dalam rangka mendukung tugas pokok TNI AD''. 


Kedepan, Pomad juga akan melaksanakan tugas event internasioanal yaitu ASIAN GAMES yang dilaksanakan di Jakarta-Palembang dan KTT IMF yang dilaksanakan di Bali, oleh karena itu rencanakan dan siapkan baik personel maupun materiil sehingga tugas tanggung jawab Pomad dapat terlaksana dengan baik dan optimal. Satu hal penekanan saya “jagalah nama baik korps Pomad dimanapun berada dan bertugas”  Demikian Danpuspomad menutup amanatnya.



 
351

© 2018 PUSPOM TNI-AD