Senin, 04-03-2019 02:08 PM

Markas Polisi Militer di Lawang Terbuka untuk Sipil, Dulu Pabrik Es hingga Tempat Tawanan Perang Gedung ini juga sempat menjadi markas tentara rakyat Indonesia (TRI) pada tahun 1945 sampai dengan 1946.

Penpuspomad

LAWANG - Wisata sejarah di Kabupaten Malang sepertinya memiliki potensi bagus untuk dikembangkan. Kekhasan warisan budaya yang tersaji, memberi sensasi tersendiri bagi wisatawan yang berkunjung.

Di Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, banyak ditemui bangunan-bangunan lawas peninggalan era kolonial. Salah satu yang menarik dikunjungi adalah markas Corps Polisi Militer (CPM).


Bangunan ini berdiri di atas tanah seluas hampir satu hektar. Tepatnya memiliki luas 9847 meter. Komandan Detasemen Polisi Militer (Dandenpom) Divisi Infanteri 2 Mayor Cpm Hanri Wira Kusuma menerangkan, kompleks yang memiliki dua bangunan kembar bersejarah tersebut, menjadi saksi bisu pada zaman pendudukan Belanda di Lawang.


Berdasarkan catatan sejarah, gedung itu pertama kali ditempati oleh warga etnis Tionghoa, hingga akhirnya kemudian diambil alih oleh Pemerintah Belanda. Konon, gedung ini berdiri sejak tahun 1900an.

“Bangunan ini difungksikan sebagai tempat penampungan tawanan perang oleh Belanda," terang Wira.


Wira menambahkan, gedung ini sekarang menjadi asrama militer dan perkantoran. Terdapat dua gedung kembar masing-masing bernama Gedung Wira Bumi dan Gedung Wira Dharma.

Untuk peruntukannya, Gedung Wira Bumi digunakan untuk asrama prajurit. Sedangkan Gedung Wira Dharma, digunakan sebahai kompleks perkantoran militer.

Ditengah dari gedung besar tersebut, terdapat gedung kembar lain yakni Gedung Wijaya Bakti. Ukuran dan desain dari gedung ini lebih sederhana bila dibandingkan gedung di sebelahnya.

 
208

© 2019 PUSPOM TNI-AD