Rabu, 19-06-2019 07:49 AM

SEBAGAI APARAT TNI, PERSONIL PUSPOMAD HARUS TAHU BAHAYA NARKOBA

Penpuspomad
Jakarta – Seluruh personel Militer dan PNS Pusat Polisi Militer Angkatan Darat  (Puspomad) menerima penyuluhan tentang permasalahan narkoba dan penanganannya, di Mapuspomad Gedung Gatot Soebroto Jalan Medan Merdeka Timur 17 Jakarta Pusat, Senin (17/06/2019). 

Hal tersebut disampaikan Pgs. Kapen Puspomad Letkol Cpm Ahmad Barkah usai kegiatan penyuluhan tersebut yang dibuka oleh Wakil Komandan Puspomad Brigjen TNI Wahyu Sapto Nugroho, S.H. 

"Hari ini personel Militer dan PNS  Mapuspomad dan Yonpomad mendapatkan penyuluhan perkembangan permasalahan narkoba dan penanganannya yang dilaksanakan di Puspomad dalam rangka pembekalan kepada para personel Puspomad dan Yonpomad sebagai aparat TNI.


Diungkapkan Letkol Cpm Ahmad Barkah. Wadanpuspomad mengharapkan dalam penyuluhan narkoba ini para peserta pro aktif untuk banyak bertanya sebagai bekal pengetahuan akan bahaya narkoba.  


Pemberi materi dalam penyuluhan ini  disampaikan oleh Diani Indramaya, S.Pd, M.Si dari penyuluh Narkoba Ahli Madya BNN pembina/Gol IV A. Dikatakan Diana Indramaya perkembangan angka prevalensi  penyalahgunaan narkoba 2008 – 2017 (Populasi usia 10 -59 Tahun) mencapai 1.77 persen dari total penduduk indonesia.

“Estimasi jumlah penyalahgunaan narkoba  (setahun terakhir) menurut tingkat ketergantungan narkoba seluruh provinsi tahun 2017 mencapai sekitar 3.376.115 jiwa yang dibagi menjadi coba pakai, teratur pakai, pecandu non suntik dan pecandu suntik,” ungkapnya.

Penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba sudah merupakan sebuah fenomena global yang sangat menakutkan dan sangat membahayakan bagi bangsa dan Negara. Karena dampak narkoba bagi kesehatan dan masa depan memang tidaklah sedikit. Banyak yang dikorbankan akibat dari penyalahgunaan narkoba ini.

“Adapun keterlibatan penegak hukum dan politisi menjadi perusak sistem pemberantasan Narkoba, seperti tertangkapnya oknum aparat dan politisi negara,” ujarnya

“Penyelundupan narkoba yang berhasil masuk ke Indonesia diperkirakan jumlahnya jauh lebih besar dibanding keberhasilan aparat dalam membongkar kasus-kasus seperti ini. Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia masih merupakan sasaran potensial penyelundupan jaringan narkoba internasional, karena permintaan konsumsi narkoba yang masih tetap tinggi, dan Indonesia merupakan surga bagi peredaran narkoba,” tegasnya.

Penyalahgunaan obat jenis narkoba sangat berbahaya karena dapat mempengaruhi susunan syaraf, mengakibatkan ketagihan, dan ketergantungan, karena mempengaruhi susunan syaraf. Narkoba menimbulkan perubahan perilaku, perasaan, persepsi, dan kesadaran.

Selain itu, penggunaan narkoba dengan cara suntik, mengakibatkan resiko tambahan AIDS dan infeksi penyakit menular lainnya.

Permasalahan penyalahgunaan narkoba ini sudah pada tahap darurat, hal itu dapat dilihat dari dikeluarkannnya Instruksi Presiden Republik Indonesia (INPRES) Nomor 6 Tahun 2018 tentang Rencana Aksi Nasional pencegahan dan pemberantasan, penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.

Pada kesempatan itu juga dilakukan tes urine terhadap personil Mapuspomad dan Yonpomad secara random yang hasilnya negatif.
 
165

© 2019 PUSPOM TNI-AD